Kans Dybala Tinggalkan Juventus Masih Terbuka

Manajer Juventus, Maurizio Sarri sebelumnya sempat mengutarakan niatnya untuk melepas setidaknya enam pemain yang ada di skuatnya sebelum bursa transfer musim panas ini resmi di tutup awal bulan depan. Salah satu pemain yang diyakini bakal dilepas oleh Si Nyonya Tua adalah penyerang asal Argentina yakni Paulo Dybala.

Sebelumnya pemain berjuluk La Joya itu sempat didekati oleh Manchester United serta Tottenham Hotspur. Akan tetapi, akibat kesepakatan yang urung terjadi dan resmi ditutupnya bursa transfer pemain bagi klub-klub Liga Inggris akhir pekan lalu membuat kepindahan Dybala ke Premier League gagal terwujud.

Meski gagal berseragam United ataupun Spurs musim ini, namun bukan berarti hal itu membuat Dybala dipastikan akan bertahan bersama Juventus musim ini. Hal itu menyusul pernyataan dari Direktur Olahraga Juve, Fabio Paratici yang tidak menampik bahwa terdapat kans yang cukup besar bagi Dybala untuk hengkang ke klub lainnya. Saat ini ada Paris Saint-Germain dan Inter Milan yang diyakini tertarik untuk memboyong mantan pemain Palermo tersebut.

“Saat ini bursa transfer masih terbuka dan merupakan hal yang normal jika ada ketertarikan dari klub lain kepada pemain kami. Namun untuk menjalin kesepakatan maka semua pihak harus setuju baik dari klub maupun pemain. Seperti semua pemain kami, Dybala merupakan pemain yang hebat. Ia pemain bernomor 10 milik kami,” ungkap Paratici.

“Seperti yang diketahui bahwa ada penawaran untuk dirinya dan juga pemain kami lainnya. Semua tawaran yang kami terima akan kami pelajari dan melihat apa yang akan dilakukan nantinya. Semua itu berlaku bagi setiap pemain bukan hanya untuk dirinya,” tambahnya.

Sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa Dybala akan menjadi bagian dari transfer Mauro Icardi ke Juventus. Akan tetapi, kabar itu langsung dibantah oleh Paratici. Ia menegaskan bahwa saat ini Bianconeri tidak berupaya merekrut seorang penyerang karena mereka telah memiliki Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic.

“Icardi? Ia masih pemain Inter dan kami tidak tertarik membahas dirinya. Kami telah memiliki penyerang hebat dalam diri Higuain dan Mandzukic. Saya tidak membahas tentang pemain lain dan hanya fokus dengan pemain yang kami miliki. Saat ini kami senang dengan skuat yang kami miliki,” tutupnya.

Selain Usir Stres, Ada juga Manfaat Liburan untuk Kesehatan Mental

Melewati rutinitas sehari-hari dalam bekerja pastinya setiap orang akan mengalami stres, di tambah lagi jika di rumah masih terdapat masalah, pastinya otak serasa mau pecah.

Keadaan seperti ini tidak lah boleh di biarkan terus menerus, karena kinerja pastinya akan menjadi menurun dan kesehatan mental juga menjadi terganggu. Untuk mengatasi hal tersebut maka anda butuh traveling untuk membuang rasa penat dalam otak agar kinerja juga bisa menjadi lebih baik dan kesehatan mental juga terjaga serta anda juga bisa berpikiran lebih terbuka.

Selain itu, anda juga mendapatkan berbagai macam pengalaman hasil dari traveling. Pengalaman yang di dapatkan pastinya tidak bisa di beli dengan uang. Namun di sini kita tidak akan membahas tentang pengalaman tersebut yang akan kita bahas adalah manfaat yang di terima dari traveling untuk kesehatan mental.

Manfaat dari Traveling untuk kesehatan mental

Bagi anda yang sudah menghabiskan waktu banyak dalam bekerja, sekali-kali tidak ada salahnya kalau menikmati jerih payah anda, anda juga dapat melakukan kegiatan yang anda gemari dalam menjalankan traveling tersebut. Selain itu kesehatan mental anda juga terjaga.

  1. Mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan
    Manfaat pertama yang di dapat dari traveling adalah kepuasan dan juga kebahagiaan, baik secara fisik maupun psikologis. Pekerjaan dan juga kehidupan anda sehari-hari menjadi seimbang dan tekanan anda dalam rutinitas sehari-hari juga terabaikan.

    Selain itu amarah dan juga emosi anda juga terkontrol serta memunculkan aura positif. Hal ini lah yang membuat kesehatan mental anda menjadi lebih baik dengan melakukan traveling.

  2. Terhindar dari gangguan psikologis
    Dengan traveling anda juga mengurangi resiko depresi, orang-orang yang anda temui dan rutinitas yang anda lalui tersebut dapat memicu produksi hormon kortisol, dimana hormon tersebut adalah penyebab stress, dengan traveling maka anda tidak ada melakukan rutinitas sehari-hari anda yang dapat memicu prosuk hormon tersebut.

    Dalam melakukan traveling, anda tidak harus melakukannya dengan waktu yang panjang, liburan singkat seperti 3 hari juga sudah cukup untuk menjernihkan isi otak karena stres.

  3. Menjadi lebih produktif
    Stres berkepanjangan yang berasal dari rutinitas sehari-hari anda bisa menghambat kinerja otak, dan menyebabkan produktivitas dan menjadi menurun karena sulit untuk fokus. Traveling bisa membantu untuk mengurangi stres maka dari itu luangkanlah waktu untuk traveling agar bisa menjadi lebih produktif kembali.

    Hal ini sudah masuk dalam penelitian dimana hasil penelitian menunjukan kalau karyawan yang melakukan traveling bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih mudah dan cepat.

  4. Meningkatkan Kreativitas dan bersemangat
    Setelah anda melakukan traceling, pastinya anda mendapatkan pengalaman dari waktu berlibur anda, pengalaman tersebut dapat mengajarkan anda untuk melakukan sesuatu tersebut serta bisa juga anda praktekkan dalam pekerjaan anda jika hal tersebut ada hubungannya, selain itu setelah traveling otak anda pastinya sudah menjadi lebih fresh, semangat dalam bekerja juga menjadi lebih meningkat.