Makna Festival Cap Go Meh Bagi Masyarakat Tionghua

Sama seperti perayaan umat lain, Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan besar bagi umat tionghua di Indonesia. Cap Go Meh menjadi pertanda berakhirnya Tahun Baru Imlek dan umumnya perayaan pada hari ke-15 Imlek ini akan dirayakan dengan festival besar.

Jika hari pertama Imlek merupakan momen berkumpul keluarga di rumah saudara tertua, Maka Cap Go Meh juga momen tersendiri sebagai penanda berakhirnya Tahun Baru Imlek.

Nah, Berikut ini ada beberapa hal menarik dari perayaan Cap Go Meh yang wajib untuk kamu ketahui.

Sejarah Festival Cap Go Meh

Perayaan festival Cap Go Meh sudah ada sejak tahun 206 Sebelum Masehi dimana pada saat itu perayaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Tahi Yi (Dewa tertinggi pada Dinasti Han).

Para biksu akan membawa lentera untuk melakukan ritual penghormatan kepada Tahi Yi. Mereka kemudian akan menerbangkan lentera tersebut sebagai simbol melepas nasib buruk di masa lalu dan menyambut datangnya nasib baik di masa depan.

Cap Go Meh Dan Festival Lampion

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Cap Go Meh merupakan perayaan penutupan Tahun Baru Imlek yang bertepatan pada hari ke-15 perayaan Imlek.

Sebagai penutupan Tahun Baru Imlek, Umumnya masyarakat Tionghua akan mengadakan festival besar pada saat Cap Go Meh. Salah satu perayaan yang identik dengan Cap Go Meh adalah festival lampion.

Makna Festival Cap Go Meh Bagi Masyarakat Tionghua

Pantangan Yang Wajib Dihindari Sebelum Cap Go Meh

Karena masyarakat Tionghua merayakan Tahun Baru Imlek selama 15 hari, Maka ada beberapa pantangan yang wajib dihindari sebelum Cap Go Meh.

Beberapa pantangan tersebut seperti berkata kotor, membeli buku, membeli sepatu, menjahit, makan bubur, menangis dan sebagainya.

Buku dalam bahasa mandarin memiliki ejaan “Shu” yang dimana intonasinya pengucapannya dalam bahasa Tionghua mirip dengan kata kalah.

Makan bubur memiliki arti menghalang rezeki dan mendatangkan kemiskinan, Sedangkan menangis melambangkan kesedihan serta hukuman.

Singkawang Pusat Cap Go Meh Indonesia

Singkawang tidak hanya terkenal akan gadis-gadis cantiknya saja, Melainkan kota dengan perayaan Cap Go Meh terbaik yang ada di Indonesia.

Salah satu festival Cap Go Meh yang paling identik dengan kota Singkawang adalah pawai Tatung yang menjadi pusat perhatian para wisatawan.

Para Tatung yang diyakini telah dirasuki oleh roh baik akan melakukan ritual mengerikan seperti melukai badan mereka sendiri. Ritual ini menjadi simbol menolak bala serta mengusir roh jahat.

Padatnya Arus Mudik Tahun Baru Imlek, China Punya Cara Antisipasinya

Pemerintahan otoritas China melakukan berbagai cara untuk memastikan kelancaran arus mudik pada tahun baru Imlek. Salah satu yang mereka lakukan adalah menyiapkan sekitar 440 Juta perjalanan kereta.

Dimulai dari 10 Januari 2020, jumlah total dari para pengguna jalan diperkirakan akan mencapai lebih dari 3 Miliar, pencapaian ini naik tipis jika dibandingkan dengan arus mudik 2019.

Dilansir media Xinhua, Juru bicara Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional, Zhao Chenxin mengatakan, “Rincian dari perjalanan yang mengunakan kereta naik menjadi 8%, perjalanan dengan jalur udara naik 8,4% dan untuk pengguna jalan dengan jalur air naik 9,6%”.

Dikarenakan bertambahnya panjang jalur operasional kereta dengan tenaga berkecepatan tinggi, jumlah pengguna jalan via darat diperkirakan akan mengalami penurunan yaitu menjadi 2,43 Miliar.

Tahun baru imlek ini jatuh pada tanggal 25 Januari, lebih awal dibandingkan dengan sebelumnya sehingga memberikan sebuah tantangan yang lebih besar untuk sistem transportasi.

Dikatakan sebuah tantangan karena pada tanggal tersebut merupakan puncak kembalinya mahasiswa juga dan berbarengan juga dengan arus mudik.

Pemerintahan dari Administrasi Penerbangan Sipil China berjanji bahwa mereka akan menyediakan transportasi yang lebih besar untuk bisa menghadapi takanan yang terjadi sebelumnya melalui jalur udara. Mereka akan menjadwalkan 17.000 penerbangan setiap harinya.

Penetapan tersebut dianggap naik dari tahun sebelumnya yaitu 13.3%. Sedangkan regulator penerbangan tersebut akan melakukan lebih banyak upaya untuk menghilangkan dampak dari cuaca buruk.

Mereka akan terus melakukan dan mengoptimalkan rencana darurat dengan menunda penerbangan dengan skala besar. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja ketepatan waktu dibandara.

Wakil manajer umum China State Railway Group, Li Wenxin berkata, “Untuk memenuhi permintaan perjalanan yang mengalami peningkatan, sebanyak 5.275 layanan kereta dengan jalur dua arah akan dijadwalkan setiap harinya sebelum imlek”.

Selain itu, sebanyak 157.5 rangkaian kereta api dengan kecepatan tinggi akan dioperasikan setiap malam dan rangkaian tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kemudian sekitar 790.000 bus dan 19.000 kapal akan dioperasikan selama periode tersebut. Sebanyak 1.020 stasiun diseluruh China dikabarkan akan menggunakan sistem E-Ticket yang memungkinkan para penumpang dapat menggunakan kereta ap dengan kartu identitas atau kode QR.

Dengan tindakan tersebut diharapkan akan mengurangi kepadatan penumpang selama arus mudik berlangsung.