Cuci Tangan Bisa Jadi Sia-Sia Karena Hal Ini

Cuci Tangan Bisa Jadi Sia-Sia Karena Hal Ini

Wabah virus corona yang menimpa masyarakat dunia mengharuskan banyak negara melakukan karantina terhadap masyarakatnya. Tidak hanya itu saja namun pemerintah juga mengharuskan semua orang untuk menjaga kesehatan dan juga kebersihan agar terhindar dari virus corona tersebut. Salah satu hal yang paling disarankan oleh semua orang yang ada didunia adalah rajin mencuci tangan sebab tangan merupakan salah satu anggota tubuh yang paling berkemungkinan besar terpapar oleh virus corona ketika kita sedang melakukan aktivitas.

Mencuci tangan yang baik biasanya menggunakan sabun dan dilakukan dibawah air yang mengalir. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun bahkan di percaya jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan hand sanitizer. Namun ada hal yang perlu diperhatikan ketika kita sedang mencuci tangan sebab hal tersebut dapat membuat kegiatan mencuci tangan yang kita lakukan menjadi sia-sia.

1. Memakai aksesori dan perhiasaan saat mencuci tangan
Memakai aksesori dan perhiasaan saat mencuci tangan dapat membuat hal yang kita lakukan menjadi sia-sia karena kuman dan virus penyebab penyakit bisa bersembunyi di sela-sela aksesori dan perhiasaan yang kita pakai. Dengan melepaskan aksesori dan juga perhiasan seperti cincin maka tangan yang kita cuci akan jauh lebih bersih dan efektif.

2. Melepas perhiasan namun tidak dibersihkan
Saat mencuci tangan dan melepaskan perhiasaan dan aksesori yangh kita pakai merupakan langkah yang tepat namun hal yang perlu diperhatikan adalah mencuci perhiasan dan aksesori tersebut ketika akan memakainya kembali. Hal ini mungkin jarang sekali dilakukan oleh kebanyakan orang sehingga mencuci tangan yang kerap dilakukan akan menjadi sia-sia. Kuman dan virus yang ingin kita hindari masih melekat pada aksesori dan juga perhiasan yang tidak kita cuci sehingga ketika kita memakainya kembali maka hal yang kita lakukan menjadi sia-sia.

3. Tidak memotong kuku
Kuku yang panjang dan tidak terawat menjadi salah satu sumber penyakit dan virus. Mencuci tangan dengan kondisi kuku yang masih panjang dan tidak terawat akan menjadi hal yang sia-sia. Hal ini dikarenakan kuman dan virus masih menempel disela kuku tersebut dan tidak terjangkau oleh kita saat mencuci tangan. Pengunaan kuku palsu juga menjadi hal yang sama buruknya dengan kondisi kuku yang panjang. Oleh sebab itu sangat perlu sekali untuk membersihkan dan momotong kuku agar kegiatan mencuci tangan yang kita lakukan tidak berakhir sia-sia.

Bek Inter Milan Merasa Italia Korbankan Pemain

Bek Inter Milan Merasa Italia Korbankan Pemain

Diego Godin yang berposisi sebagai bek Inter Milan merasakan ketidakadilan atas perlakukan Liga Italia terhadap para pemain. Wabah virus corona nerdampak cukup buruk untuk negara Italia namun pada pemain yang berkompetisi di Liga Italia seolah terekspos dari media pada saat itu. Liga Italia dihentikan pada tanggal 9 maret 2020 pada saat itu wabah virus corona di Italia sendiri sudah cukup parah.

Para pemain seolah-olah dibiarkan bermain dan mereka sepertinya ingin melihat apakah kami masih sanggup untuk bermain dalam situasi yang sudah cukup berbahaya tersebut. Sehari sebelum pertandingan dihentikan Inter Milan masih menjalani pertandingan dengan melawan Juventus yang bertindak sebagai tuan rumah. Dalam laga tersebut Inter Milan dipukul 2-0 oleh Juventus di Allianz Stadium. Pertandingan dilaksanakan tanpa adanya penonton dan salah satu pemain Juventus kemudian terindikasi virus corona pada 12 Maret 2020.

Bek Juventus yakni Daniele Rugani menjadi pemain pertama Juventus yang terkena virus corona tersebut kemudian disusul oleh dua pemain lainnya yakni Blaise Matuidi dan Paulo Dybala. Hal ini tentunya menjadi kabar yang cukup buruk untuk semua klub yang ada di Liga Italia. Semua pemain bahkan bisa terkena virus corona karena pertandingan masih dilanjutkan hingga saat terakhir sebelum lockdown di berlakukan oleh Italia.

Setelah adanya pemain yang terinfeksi maka kami semua kemudian di karantina. Hal tersebut merupakan ketidakadilan dari dunia sepak bola Italia. Semua pihak sebenarnya bisa saja diselamatkan lebih awal jika pertandingan lebih awal dihentikan namun pihak sepak bola Italia seperti tidak menghiraukan kondisi tersebut dan membiarkan laga tetap berlangsung. Hingga saat ini pihak Italia masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait dengan pertandingan yang sudah di hentikan.

Pada kabar terakhir pertandingan di hentikan sampai tanggal 3 April 2020 namun kondisi Italia saat ini makin parah dan belum menemukan kabar membaik. Diego Godin berharap bahwa semua lembaga sepak bola dunia lebih memberikan perhatian kepada para pemain. Wabah virus corona ini meruapakan sesuatu yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya dan sudah seharusnya keselamatan para pemain menjadi prioritas utama.

Tidak Semua Pemain Sepak Bola Seperti Cristiano Ronaldo Yang Rela Sumbangkan Gaji

Tidak Semua Pemain Sepak Bola Seperti Cristiano Ronaldo Yang Rela Sumbangkan Gaji

Wabah Virus Corona masih cukup banyak di beritakan dan mewarnai hampir semua media massa yang ada di dunia. Salah satunya adalah media olahraga yang masih dengan gencar meliput beberapa aktivitas dari semua pemain yang ada di dunia. Beberapa saat yang lalu Cristiano Ronaldo sempat diberitakan telah menyumbangkan gajinya untuk membantu negaranya dalam melawan wabah virus corona.

Dana sebesar 1 juta Euro disumbangkan lewat agennya ke beberapa rumah sakit yang ada di Portugal. Tidak hanya itu saja namun rival dari Cristiano Ronaldo dari La Liga juga tercatat menyumbangkan dana yang sama untuk membantu Barcelona dan Spanyol untuk melawan wabah virus corona. Lionel Messi adalah pemain sekelas Cristiano Ronaldo yang melakukan hal tersebut dan bahkan dirinya juga menyumbangkan sejumlah uang untuk Argentina dalam melawan virus corona.

Kedua pemain legendaris dunia tersebut memang cukup aktif dalam membantu dunia ketika sedang terkena musibah. Namun tidak semua pemain sepak bola mempunyai jiwa sosial yang cukup besar seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang rela memberikan gajinya selama beberapa bulan untuk membantu orang banyak. Salah satu kiper di klub serie B Italia bahkan mengaku bahwa dirinya engan memberikan gajinya untuk membantu wabah virus corona.

Pemotongan gaji yang baru-baru ini dilakukan oleh beberapa klub bahkan mendapat penolakan dari dirinya. Menurutnya klub tetap harus membayarkan gaji para pemainnya dan pemotongan gaji adalah sesuatu yang tidak baik. Gaji mungkin saja bisa ditunda oleh klub namun pembayarannya tetap harus dilakukan ketika situasi sudah kembali normal. Tidak semua orang mempunyai gaji yang banyak dan besar seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Jika gaji kami selama dua bulan disumbangkan untuk membantu wabah virus corona maka biaya hidup seperti tagihan aparterman kami akan menunggak dan pemilik akan menagih ke kemi. Kami mungkin saja tidak akan mempunyai cukup uang pada saat itu untuk membayarkan uang sewa tersebut. Dengan alasan tersebut maka kami sudah sepantasnya menerima gaji secara utuh dan tidak harus menyumbangkan gaji untuk membantu korban wabah virus corona.

Laga Atalanta Vs Valencia Bisa Jadi Sumber Utama Penyebaran Virus Corona

Laga Atalanta Vs Valencia Bisa Jadi Sumber Utama Penyebaran Virus Corona

Italia menjadi salah satu negara yang mempunyai angka kematian terhadap korban virus corona yang cukup banyak di dunia saat ini. Dalam waktu 24jam saja tercatat angka kematian dinegara tersebut akibat virus corona mencapai 793 jiwa. Angka tersebut tentunya menjadi rekor baru untuk kematian terbanyak akibat virus corona dalam waktu satu hari. Salah satu lokasi terparah yang mengidap virus corona tersebut adalah diwilayah Lombardy. Diwilayah ini tercatat sedikitnya 546 kasus kematian yang terjadi pada hari sabtu kemarin.

Hal ini kemudian memunculkan banyak sekali oponi bahwa laga Atalanta Vs Valencia yang berlangsung pada leg pertama di Italia tersebut menjadi salah satu sumber utama penyebaran virus corona di Italia. Valencia bahkan menjadi salah satu klub sepakbola yang menderita dampak paling parah dari wabah virus corona kali ini. Sebanyak 35 persen dari semua anggota klub dinyatakan positif terhadap virus corona ini. Dari anggota yang dinyatakan positif tersebut diketahui bahwa sebagian besar dari mereka adalah rombongan yang ikut pergi ke Italia saat laga Liga Champions menghadapi Atalanta.

Para pemain Valencia tersebut kini menjalani masa karantina dan masih dalam pengawasan khusus tenaga medis. Kejadian tersebut dirasakan oleh banyak pihak sebagai wabah masal yang cukup parah untuk wilayah Italia dan hal ini bisa menjadi contoh untuk dunia olahraga agar peduli terhadap setiap wabah yang tengah menyerang dunia. Jika pertandingan penting tersebut ditunda lebih awal maka kemungkinan penyebaran virus corona mungkin bisa sedikit dikurangi populasinya.

Penundaan permainan baru berlangsung dua minggu setelah laga Atalanta Vs Valencia tersebut dilangsungkan sedangkan penyebaran virus tersebut sudah berlangsung dan memakan korban beberapa anggota klub dari Valencia. Hingga saat ini tersiar kabar bahwa wabah dari virus corona tersebut sudah semakin membaik untuk kawasan eropa dan beberapa liga besar seperti Premier League sudah berencana untuk melanjutkan pertandingan mereka yang sudah sempat tertunda beberapa saat yang lalu. Ajang sepakbola tertinggi di Inggris tersebut bahkan meminta agar pertandingan tersebut disiarkan disemua chanel televisi agar bisa dinikmati oleh para pecinta sepakbola di dunia.

Negara Lockdown Siapkan Makanan Ini Untuk Jaga Kesehatan

Negara Lockdown Siapkan Makanan Ini Untuk Jaga Kesehatan

Virus corona kian menghawatirkan banyak penduduk didunia bahkan sudah banyak negara yang melakukan Lockdown untuk menghindari tertularnya penyakit corona yang semakin mewabah. Pencegahan dari penyakit ini sendiri masih belum menemukan kepastian di dunia kedokteran. Hal paling utama yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya penyakit ini adalah menjaga kesehatan imunitas tubuh. Kebersihan juga menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam mencegah penyebaran dari virus ini.

Untuk setiap masyarakat yang berada dalam kondisi dimana negaranya sedang melakukan Lockdown maka ada baiknya jika kita mempersiapkan beberapa makanan sehat dirumah agar kesehatan dari setiap anggota keluarga tetap terjaga. Berikut ini adalah beberapa makanan yang bisa kita persiapkan terlebih dahulu di rumah dalam menghadapi situasi Lockdown.

1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan merupakan salah satu makanan yang bisa dibeli dan disimpan di rumah sebab Kacang-kacangan mempunyai masa penyimpanan yang cukup lama. Kacang-kacangan juga mempunyai kandungan nutrisi yang sangat baik untuk tubuh kita sehingga kesehatan kita tetap terjaga mesikpun negara dalam keadaan Lockdown.

2. Ikan Kalengan
Ikan Kalengan adalah salah satu bahan makanan yang cukup mudah didapatkan selain itu juga ikan kalengan ini mempunyai kandungan omega-3 yang cukup bermamfaat untuk mempertahankan imunitas tubuh kita selama masa Lockdown.

3. Gandum, pasta, quinoa dan beras merah
Gandum, pasta, quinoa dan beras merah merupakan beberapa jenis biji-bijian yang sangat menyehatkan untuk tubuh kita. Beberapa bahan makanan tersebut bisa dipersipakan dirumah ketika sedang menjalani masa Lockdown. Bahan-bahan tersebut juga sangat mudah untuk diolah dan mampu memberikan nutrisi yang cukup untuk tubuh kita.

4. Oatmeal
Oatmeal merupakan bahan makanan yang juga bisa kita beli ketika menghadapi masa Lockdown. Oatmeal dapat dimasak bersama dengan berberapa bahan lainnya seperti keju, tomat kering dan juga beberapa buah-buahan segar lainnya yang sangat bagus untuk menjaga imunitas tubuh kita.

5. Daging dan Ikan Segar
Daging dan Ikan Segar tidak bisa dihindari karena kandungan nutrisinya sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Hal yang perlu kita perhatikan saat menyimpan daging dan ikan segar ini adalah suhu bekunya.